Gejala dari Kanker Ovarium

Kanker ovarium atau kanker indung telur merupakan salah satu jenis kanker yang bisa menyebabkan kematian karena selalu muncul tanpa disertai gejala-gejala yang berarti. Penderita baru mengalami keluhan ketika mulai memasuki stadium lanjut. Ada juga beberapa gejala yang bisa menunjukkan adanya kanker ovarium ini. Kanker ovarium pada umumnya berupa tumor kista atau tumor padat.

Tumor ganas indung telur mencapai tingkat 20% dari semua kasus kanker alat reproduksi wanita. Kira-kira 60% terjadi pada usia sekitar masa menopause, 30% dalam masa reproduksi dan 10% pada usia yang jauh lebih muda.

Gejala dari kanker ovarium, sebagai berikut :

1. Beberapa bagian tubuh mengalami pembengkakan.

2. Timbul rasa sakit pdaa bagian panggul dan perut karena adanya perengangan atau penekan pada bagian paggul. Rasa nyeri juga bisa timbul pada saat bersenggama.

3. Nafsu makan berkurang

4. Sering buang air kecil. Diakibatkan oleh tumor yang telah menekan bagian kandung kemih/rektum.

5. Jika memasuki stadium lanjut, timbul penimbunanan cairan pada rongga perut serta penyebaran ke dalam organ-organ di dalam perut yang bisa mengakibatkan perut membuncit, terasa kembung dan mual, serta mengalami gangguan nafsu makan, saat buang air kecil atau besar.

Gejala : Pada stadium awal, kanker indung telur cenderung tidak memberikan gejala. Kalau ada pembesaran, gejalanya yaitu pendesakan organ lain.

Deteksi Dini :

• Riwayat keluarga dengan kanker payudara, indung telur atau usus besar perlu dilakukan skrining dengan USG transvaginal dan tes darah
• Segera periksakan ke dokter bila Anda merasakan gejala :
- Perut membesar
- Pendarahan vagina yang tidak biasanya
- Tekanan di panggul
- Nyeri dipinggang, di tungkai bawah
- Gangguan pencernaan, seperti kembung dan lain-lain
- Sakit perut yang terus menerus

Walaupun demikian, gejala-gejala tersebut dapat juga disebabkan oleh penyakit lain.

Bentuk organ reproduksi wanita bagian dalam

Bentuk ovarium atau indung telur dari reproduksi wanita yang beresiko kanker

Saat timbul gejala biasanya menunjukkan perjalanan penyakit yang sudah agak lanjut, antara lain :

• Gejala desakan oleh pertumbuhan tumor
• Perut membesar (berisi cairan)
• Gejala hormonal yang bermanifestasi sebagai defiminisasi (berkurangnya ciri fisik kewanitan) atau maskulinisasi (timbulnya ciri fisik pria).

Deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan :

- USG transvaginal
- Marker darah Ca 125, AFP, b HCG


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Ovarium and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>