Gejala Kanker Ovarium

Gejala Kanker Ovarium – Ovarium merupakan organ reproduksi wanita yang dokenal juga sebagi indung telur yang merupakan tempay sperma untuk membuahi dan menjadi janin di dalam rahim. Maka dari itu peran ovarium sangat penting karena apabila ada masalah pada ovarium tentunya juga akan mengakibatkan sulit untuk hamil. Gangguan kesehatan pada ovarium tentunya bisa terjadi dan kondisi tersebut juga paling banyak ditakuti oleh para wanita. Gangguan kesehatan yang bisa dialami oleh wanita yaitu gangguan kesehatan berupa penyakit kista atau pun kanker. Kista bisa di miliki oleh ovarium dan bisa lebih dikenal juga dengan penyakit kista ovarium. Selain dapat memiliki kista ovarium bisa ditumbuhi oleh sel kanker. Sel kanker bisa tumbuh di dalam ovarium atau bagian lain dari ovarium. Wanita yang mengalami kanker ovarium biadanya dari kalangan wanita yang sudah memasuki masa menopause yang usianya tidak muda lagi potensinya lebih besar di bandingkan oleh wanita pada usia muda. Maka dari itu untuk wanita yang telah mamasuki masa menopause harus lebih hati hati untuk menjaga kesehatanya.

Penyakit kanker ovarium tidak sedikit jumlahnya, karena angka penderita penyakit kanker ovarium di seluruh dunia cukup banyak. Sel yang tidak normal dapat tumbuh di ovarium dan lama kelamaan semakin berkembang menjadi sel kanker. Penyakit kanker ovarium bisa dialami karena di sebabkan oleh penyakit tumor dulu pada awalnya yang lama kelamaan akan semakin berkembang menjadi sel kanker. Ada hal lainnya yang bisa menyebabkan penyakit kanker ovarium juga yaitu karena di sebabkan oleh hormon. Peningkatkan hormon yang di sebabkan oleh melakukan terapi hormon estrrogen dalam dosis yang tidak sedikit ternyata dapat memicu penyakit kanker ovarium juga. atau penyakit kanker ovarium jga bisa dialami karena di sebabkan oleh proses menstruasi yang terlalu cepat atau terlalu dini. Karena mentruasi sebelum pada usia 12 tahun termasuk menstuasi yang terlalu cepat sehingga kondisi tersebut dapat mengakibatkan kanker ovarium juga. seorang wanita yang belum pernah mengandung pun resikonya lebih besar untuk menderita penyakit kanker ovarium.

Gejala Kanker Ovarium

Kaner ovarium dapat di miliki karena di sebabkan juga oleh pengobatan yang dilakukan untuk meningkatkan kesuburan. Meningkatkan kesuburan dengan menggunakan obat obatan kimia tertentu efeknya tidak terlalu baik karena dapat memicu terjadinya penyakit kanker ovarium juga. alat kb yang jenisnya IUD yang merupakan suatu benda yang di masukan ke rahim untuk mencegah kehamilan bisa mengakibatkan kanker ovarium juga. kanker ovarium pun bisa dialami karena di sebabkan oleh merokok, gaya hidup yang kurang baik seperti merokok tidak terlalu baik karena rokok bisa memicu tumbuhnya sel kanker yang ada di dalam tubuh dan tidak terkeculia pada organ ovarium.

Kanker ovarium juga bisa yang dapat di miliki oleh setiap wanita akan berbeda beda jenisnya.jenis kanker ovarium yang paling sering terjadi pada bagian pembungkus ovarium. Bagian pembungkus ovarium dapat ditumbuhi oleh sel kanker sehingga mengakibatkan penyakit kanker ovarium. Selain itu penyakit kanker ovarium pun juga dapat dialami oleh bagian ovarium yang memiliki fungsi untuk menghasilkan hormon, walaupun tidak begitu banyak penderita kanker yang berjenis seperti ini tetapi beberapa wanita pernah mengalaminya. Sehingga setiap wanita meiliki jenis kanker ovarium yang berbeda beda, berdasarkan dengan bagian ovarium yang memiliki sel kanker. Penyakit ovarium dapat di deteksi sejak dini walaupun gejalanya tidak terlalu menonjol namun sehingga banyak wanita yang baru menyadarinya di saar penyakit kanker telah berkembang. Dan apabila ada gejala kaner ovarium yang muncul ada seperti di bawah ini :

  • Perut kembung

Tidak banyak dan tidak menonjol memang gejala kanker ovarium namun penderita penyakit kanker ovarium akan mengalami beberapa perubahan pada tubuhnya. Seperti mengalami perut kembung. Perut kembung salah satu gejala kanke ovarium yang akan lebih sering dirasakan oleh wanita yang memiliki sle kanker di ovariumnya namun karena hanya perut kembung sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya.

  • Sakit perut

Gejala kanker ovarium juga bisa mengakibatkan sakit pert, perut kembung dan sakit perut bisa lebih sering dialami seperti halnya kanker colon yang akan mengakibatkan penderitanya mengalami sakit perut. Dan ada pula yang mengalami gejala kanker ovarium yang menyebabkan bagian perut membengkak.

  • Berat badan menurun

Penurunan berat badna memang ciri khas dari gejala kanker, sehingga gejala kanker ovarium juga bisa mengakibatkan penurunan berat badan secara perahan lahan karena nafsu makan yang akan menurun juga.

  • Konstipasi

Perubahan pada pola buang air besar juga bisa terjadi pada saat gejala kanker ovarium. Pada gejala kanker ovarium bisa mengakibatkan susah bab, atau di beberapa kasus juga bisa menyebabkan diere.

  • Sering buang air kecil

Bukan hanya akan mengakibatkan perubahan buang air besar, tetapi juga bisa mengakibatkan buang air kecil yang terus menerus dikeluarkan atau intensitas buang air kecil lebih sering karena kanker ovarium.

  • Sakit saat berhubungan seksual

Gejala kanker ovarium yang dapat dialami juga akan mengakibatkan sakit ketika berhunagan seksual seperti penderita penyakit kanker ovarium.

Gejala Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Indung Telur

Indung telur (Ovarium) adalah organ tempat dihasilkannya sel telur serta hormon reproduksi, seperti esterogen dan progesterogen. Menurut hasil penelitian, kanker ovarium bisa merupakan hasil penyebaran dari kanker organ lan, seperti kanker payudara dan kanker usus besar. Berbagai studi menyimpulkan, penyebab kanker ovarium antara lain :

  • Faktor genetik
  • Faktor usia. Umumnya penyakit ini menyerang wanita usia >50 tahun.
  • Wanita yang tidak memiliki anak, karena adanya ketidakseimbangan sistem hormonal.
  • Wanita yang melahirkan anak pertama di usia > 35 tahun.
  • Terjadi mutasi gen BRCA1 atau BRCA2, gen penyebab kanker ovarium.

Kanker ovarium sulit dideteksi pada stadium awal. Gejala umumnya berupa sakit diperut disertai pembesaran perut akibat penumpukkan cairan di rongga perut, gangguan sistem pencernaan seperti susah BAB, mual dan hilang nafsu makan, gangguan sistem urin, rasa sakit pada rongga perut dan panggul, haid tidak teratur, sering merasa lelah, keluar lendir dari vagina, nyeri saat berhubungan intim, penurunan berat badan, dan gejala lainnya. Diagnosa dilakukan dengan pemeriksaan panggil, disarankan dilakukan 1-3 tahun sekali pad ausia 18-40 tahun dan setiap tahun setelah usia 40 tahun.

 

Posted in Kanker Ovarium | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyebab dari Terjadinya Kanker Ovarium

Kanker indung telur ini menyerang indung telur yaitu organ wanita yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Prognosis tergantung pada tipe kanker stadiumnya, tetpai umumnya buruk. Hal ini karena sebagian besar tumor berkembang dan menyebar ke organ sekitarnya tanpa menunjukkan gejala awal yang jelas. Oleh karena itu, kanker ovarium ditemukan pada stadium lanjut. Ada 3 jenis kanker ovarium, yaitu :

1. Tumor epitel primer (tumor serosum, tumor musinosum, kanker endometrioid, tumor sel jernih, tumor brenner, karsinoma diferensiasi). Jenis tumor dengan insiden yang terbanyak sekitar 85 %, lebih banyak terjadi pada umur 50 tahun atau lebih.

2. gell cell tumor (dysgerminoma, tumor sinus endodermal, karsinoma embrional, koriokarsinoma, teratoma). Lebih banyak terjadi pada wanita muda atau anak-anak.

3. sex-cord stromal tumor (tumor sel granulosa, androblastoma, ginandroblastoma, fibroma).

Kanker ovarium tampak dari bagian dalam

Seperti jenis kanker lainnya, penyebab kanker indung telur belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker ini. Berikut faktor risiko tersebut :

– Adanya riwayat keluarga yang pernah menderita kanker indung telur, payudara dan uterus/rahim.

– Infertilitas (mandul), belum pernah hamil, dan tidak kawin.

– Wanita diatas usia 50 tahun.

– Adanya polutan asbetos, talkum, dan polutan industri lainnya

– Diet lemak tinggi

Posted in Kanker Ovarium | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Kanker Ovarium

Pengobatan kanker ovarium harus disesuaikan dengan stadiumnya. Pada umumnya, pengobatan dilakukan melalui kemoterapi. Kemoterapi ini tidak cukup jika hanya dilakukan satu kali. Terkadang kemoterapi tahap pertama tidak memberikan reaksi terhadap sel kanker sehingga harus dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

Meskipun pengobatan terhadap kanker ovarium ini sudah mulai dikembangkan, namun hasilnya masih belum optimal. Angka kelangsungan hidup 5 tahun bagi para penderita kanker ovarium stadium lanjut hanya sekitar 20-30 %, padahal sebagian besar penderita baru mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit ini setelah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, penyakit ini sering disebut juga sebagai silent killer.

Pencegahan

Belum ada cara khusus yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini. Yang dapat dilakukan adalah berusaha untuk mendeteksi penyakit ini sejak dini sehingga pengobatan bisa dilakukan secara optimal. Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain :

a. Pemeriksaan pada ahli ginekologi untuk memeriksa adanya kista atau pembesaran ovarium.

b. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) untuk memeriksa aliran darah.

c. Pemeriksaan adanya tumor.

d. Pemeriksaan CT-Scan atau MRI jika perlu.

Posted in Kanker Ovarium | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala dari Kanker Ovarium

Kanker ovarium atau kanker indung telur merupakan salah satu jenis kanker yang bisa menyebabkan kematian karena selalu muncul tanpa disertai gejala-gejala yang berarti. Penderita baru mengalami keluhan ketika mulai memasuki stadium lanjut. Ada juga beberapa gejala yang bisa menunjukkan adanya kanker ovarium ini. Kanker ovarium pada umumnya berupa tumor kista atau tumor padat.

Tumor ganas indung telur mencapai tingkat 20% dari semua kasus kanker alat reproduksi wanita. Kira-kira 60% terjadi pada usia sekitar masa menopause, 30% dalam masa reproduksi dan 10% pada usia yang jauh lebih muda.

Gejala dari kanker ovarium, sebagai berikut :

1. Beberapa bagian tubuh mengalami pembengkakan.

2. Timbul rasa sakit pdaa bagian panggul dan perut karena adanya perengangan atau penekan pada bagian paggul. Rasa nyeri juga bisa timbul pada saat bersenggama.

3. Nafsu makan berkurang

4. Sering buang air kecil. Diakibatkan oleh tumor yang telah menekan bagian kandung kemih/rektum.

5. Jika memasuki stadium lanjut, timbul penimbunanan cairan pada rongga perut serta penyebaran ke dalam organ-organ di dalam perut yang bisa mengakibatkan perut membuncit, terasa kembung dan mual, serta mengalami gangguan nafsu makan, saat buang air kecil atau besar.

Gejala : Pada stadium awal, kanker indung telur cenderung tidak memberikan gejala. Kalau ada pembesaran, gejalanya yaitu pendesakan organ lain.

Deteksi Dini :

• Riwayat keluarga dengan kanker payudara, indung telur atau usus besar perlu dilakukan skrining dengan USG transvaginal dan tes darah
• Segera periksakan ke dokter bila Anda merasakan gejala :
– Perut membesar
– Pendarahan vagina yang tidak biasanya
– Tekanan di panggul
– Nyeri dipinggang, di tungkai bawah
– Gangguan pencernaan, seperti kembung dan lain-lain
– Sakit perut yang terus menerus

Walaupun demikian, gejala-gejala tersebut dapat juga disebabkan oleh penyakit lain.

Bentuk organ reproduksi wanita bagian dalam

Bentuk ovarium atau indung telur dari reproduksi wanita yang beresiko kanker

Saat timbul gejala biasanya menunjukkan perjalanan penyakit yang sudah agak lanjut, antara lain :

• Gejala desakan oleh pertumbuhan tumor
• Perut membesar (berisi cairan)
• Gejala hormonal yang bermanifestasi sebagai defiminisasi (berkurangnya ciri fisik kewanitan) atau maskulinisasi (timbulnya ciri fisik pria).

Deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan :

– USG transvaginal
– Marker darah Ca 125, AFP, b HCG

Posted in Kanker Ovarium | Tagged , , , , , | Leave a comment