Kanker Indung Telur

Indung telur (Ovarium) adalah organ tempat dihasilkannya sel telur serta hormon reproduksi, seperti esterogen dan progesterogen. Menurut hasil penelitian, kanker ovarium bisa merupakan hasil penyebaran dari kanker organ lan, seperti kanker payudara dan kanker usus besar. Berbagai studi menyimpulkan, penyebab kanker ovarium antara lain :

  • Faktor genetik
  • Faktor usia. Umumnya penyakit ini menyerang wanita usia >50 tahun.
  • Wanita yang tidak memiliki anak, karena adanya ketidakseimbangan sistem hormonal.
  • Wanita yang melahirkan anak pertama di usia > 35 tahun.
  • Terjadi mutasi gen BRCA1 atau BRCA2, gen penyebab kanker ovarium.

Kanker ovarium sulit dideteksi pada stadium awal. Gejala umumnya berupa sakit diperut disertai pembesaran perut akibat penumpukkan cairan di rongga perut, gangguan sistem pencernaan seperti susah BAB, mual dan hilang nafsu makan, gangguan sistem urin, rasa sakit pada rongga perut dan panggul, haid tidak teratur, sering merasa lelah, keluar lendir dari vagina, nyeri saat berhubungan intim, penurunan berat badan, dan gejala lainnya. Diagnosa dilakukan dengan pemeriksaan panggil, disarankan dilakukan 1-3 tahun sekali pad ausia 18-40 tahun dan setiap tahun setelah usia 40 tahun.

 

Posted in Kanker Ovarium | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyebab dari Terjadinya Kanker Ovarium

Kanker indung telur ini menyerang indung telur yaitu organ wanita yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Prognosis tergantung pada tipe kanker stadiumnya, tetpai umumnya buruk. Hal ini karena sebagian besar tumor berkembang dan menyebar ke organ sekitarnya tanpa menunjukkan gejala awal yang jelas. Oleh karena itu, kanker ovarium ditemukan pada stadium lanjut. Ada 3 jenis kanker ovarium, yaitu :

1. Tumor epitel primer (tumor serosum, tumor musinosum, kanker endometrioid, tumor sel jernih, tumor brenner, karsinoma diferensiasi). Jenis tumor dengan insiden yang terbanyak sekitar 85 %, lebih banyak terjadi pada umur 50 tahun atau lebih.

2. gell cell tumor (dysgerminoma, tumor sinus endodermal, karsinoma embrional, koriokarsinoma, teratoma). Lebih banyak terjadi pada wanita muda atau anak-anak.

3. sex-cord stromal tumor (tumor sel granulosa, androblastoma, ginandroblastoma, fibroma).

Kanker ovarium tampak dari bagian dalam

Seperti jenis kanker lainnya, penyebab kanker indung telur belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker ini. Berikut faktor risiko tersebut :

- Adanya riwayat keluarga yang pernah menderita kanker indung telur, payudara dan uterus/rahim.

- Infertilitas (mandul), belum pernah hamil, dan tidak kawin.

- Wanita diatas usia 50 tahun.

- Adanya polutan asbetos, talkum, dan polutan industri lainnya

- Diet lemak tinggi

Posted in Kanker Ovarium | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Kanker Ovarium

Pengobatan kanker ovarium harus disesuaikan dengan stadiumnya. Pada umumnya, pengobatan dilakukan melalui kemoterapi. Kemoterapi ini tidak cukup jika hanya dilakukan satu kali. Terkadang kemoterapi tahap pertama tidak memberikan reaksi terhadap sel kanker sehingga harus dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

Meskipun pengobatan terhadap kanker ovarium ini sudah mulai dikembangkan, namun hasilnya masih belum optimal. Angka kelangsungan hidup 5 tahun bagi para penderita kanker ovarium stadium lanjut hanya sekitar 20-30 %, padahal sebagian besar penderita baru mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit ini setelah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, penyakit ini sering disebut juga sebagai silent killer.

Pencegahan

Belum ada cara khusus yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini. Yang dapat dilakukan adalah berusaha untuk mendeteksi penyakit ini sejak dini sehingga pengobatan bisa dilakukan secara optimal. Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain :

a. Pemeriksaan pada ahli ginekologi untuk memeriksa adanya kista atau pembesaran ovarium.

b. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) untuk memeriksa aliran darah.

c. Pemeriksaan adanya tumor.

d. Pemeriksaan CT-Scan atau MRI jika perlu.

Posted in Kanker Ovarium | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala dari Kanker Ovarium

Kanker ovarium atau kanker indung telur merupakan salah satu jenis kanker yang bisa menyebabkan kematian karena selalu muncul tanpa disertai gejala-gejala yang berarti. Penderita baru mengalami keluhan ketika mulai memasuki stadium lanjut. Ada juga beberapa gejala yang bisa menunjukkan adanya kanker ovarium ini. Kanker ovarium pada umumnya berupa tumor kista atau tumor padat.

Tumor ganas indung telur mencapai tingkat 20% dari semua kasus kanker alat reproduksi wanita. Kira-kira 60% terjadi pada usia sekitar masa menopause, 30% dalam masa reproduksi dan 10% pada usia yang jauh lebih muda.

Gejala dari kanker ovarium, sebagai berikut :

1. Beberapa bagian tubuh mengalami pembengkakan.

2. Timbul rasa sakit pdaa bagian panggul dan perut karena adanya perengangan atau penekan pada bagian paggul. Rasa nyeri juga bisa timbul pada saat bersenggama.

3. Nafsu makan berkurang

4. Sering buang air kecil. Diakibatkan oleh tumor yang telah menekan bagian kandung kemih/rektum.

5. Jika memasuki stadium lanjut, timbul penimbunanan cairan pada rongga perut serta penyebaran ke dalam organ-organ di dalam perut yang bisa mengakibatkan perut membuncit, terasa kembung dan mual, serta mengalami gangguan nafsu makan, saat buang air kecil atau besar.

Gejala : Pada stadium awal, kanker indung telur cenderung tidak memberikan gejala. Kalau ada pembesaran, gejalanya yaitu pendesakan organ lain.

Deteksi Dini :

• Riwayat keluarga dengan kanker payudara, indung telur atau usus besar perlu dilakukan skrining dengan USG transvaginal dan tes darah
• Segera periksakan ke dokter bila Anda merasakan gejala :
- Perut membesar
- Pendarahan vagina yang tidak biasanya
- Tekanan di panggul
- Nyeri dipinggang, di tungkai bawah
- Gangguan pencernaan, seperti kembung dan lain-lain
- Sakit perut yang terus menerus

Walaupun demikian, gejala-gejala tersebut dapat juga disebabkan oleh penyakit lain.

Bentuk organ reproduksi wanita bagian dalam

Bentuk ovarium atau indung telur dari reproduksi wanita yang beresiko kanker

Saat timbul gejala biasanya menunjukkan perjalanan penyakit yang sudah agak lanjut, antara lain :

• Gejala desakan oleh pertumbuhan tumor
• Perut membesar (berisi cairan)
• Gejala hormonal yang bermanifestasi sebagai defiminisasi (berkurangnya ciri fisik kewanitan) atau maskulinisasi (timbulnya ciri fisik pria).

Deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan :

- USG transvaginal
- Marker darah Ca 125, AFP, b HCG

Posted in Kanker Ovarium | Tagged , , , , , | Leave a comment